Rabu, 28 Juli 2010

KENAPA HARUS MENJADI ENTERPRENEUR ?

Kembali setelah sekian lama tidak mencoretkan tinta di layar ini, saya merasa kangen bercampur senang karena bisa sounding lagi via blog ini.

Hidup memang diuji untuk memilih, setiap saat pasti kita akan dihadapkan dengan pilihan, makan saja bisa sampai bingung untuk memilih menu apa yang pas saat ini tapi mungkin lebih menderita lagi untuk orang yang bingung memikirkan apakah hari ini masih bisa makan atau tidak?

Begitu juga dengan masalah financial dan cara memenuhi kebutuhan hidup yang semakin membengkak. Ada banyak sekali cara yang kita bisa pilih mulai dari cara yang benar sampai cara yang salah.

Setelah lulus kuliah, kebanyakan orang adalah memikirkan bagaimana saya bisa bekerja di perusahaan bonafid dengan gaji fantastis atau paling tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Hari demi hari waktu berlalu, lamaran dilempar sana - sini. Kantor POS sudah seperti kamar KOS, hampir setiap hari dikunjungi. Firefox penuh dengan bookmark situs lowongan.

Begitu suatu hari diterima diperusahaan, ternyata tidak seperti yang dibayangkan. Anda mungkin tidak mengira bahwa menjadi karyawan akan dibebani tanggung jawab dan tuntutan atasan, deadline, target dan segala macam pernak perniknya. Mutasi dan perubahan management kadang tidak bisa diduga. Bagi sebagian karyawan mungkin akan membuat shock, kecuali mereka yang benar - benar mencintai tantangan. Nah itulah mungkin, sebagian yang akan dihadapi seorang karyawan.

Tapi meskipun demikian, nafsu untuk bekerja diperusahaan besar itu akan terus menggebu. Dan mungkin akan berhenti ketika muncul kesadaran tentang keinginan yang paling dalam. Apa...? Kebebasan, ya sekai lagi KEBEBASAN.

Kebebasan Apa?

Kebebasan waktu, kebebasan financial, kebebasan berkarya, kebebasan menggunakan waktu untuk beribadah dan lain - lain.

Memangya menjadi karyawan tidak bisa mencapai kondisi seperti itu???

Tidak semua seperti itu, tapi setelah dipikirkan secara mendalam, ternyata kita jangan terlena adem ayem setelah menjadi karyawan, karena ada pensiunnya. Masih mending jika uang pensiun itu cukup untuk memenuhi kebutuhan di sisa hidup, tidak ada yang menyangka suatu saat bisa saja terjadi kebangkrutan dan PHK besar - besaran.

Siapa yang cukup aman?
Mereka yang mulai menjadi enterpreneur.

Menjadi seorang enterpreneur memiliki banyak kebebasan meskipun resikonya pun banyak, akan tetapi kita akan menyadari segalanya akan terasa bebas, tentunya dengan cara - cara yang benar.

Karena kita tahu hasil itu ternyata berbanding lurus dengan resiko ...

Seorang enterpreneur tahu bahwa segala usahanya serba mungkin. 'Mungkin berhasil, mungkin gagal' dan dia memiliki sikap mental yang siap berhasil dan siap gagal.

Ketika saya memikirkan untuk menulis postingan ini, saya sempat bingung tak ada ujung. Berhenti bekerja atau berbisnis sambil bekerja. akhirnya setelah dipertimbangkan meskipun dengan resiko besar menurut ukuran saya. Saya memutuskan untuk menjadi enterpreneur di dunia maya, dan mungkin belum terpikir lagi untuk menjadi seorang karyawan.

Saya hanya berfikir bagaimana caranya membuat percepatan.

Cara apa lagi jika bukan menjalankan usaha milik sendiri yang dikerjakan secara serius???

So bagi para mahasiswa yang masih kuliah atau mencari pekerjaan, teruslah berjuang tapi jangan lupakan potensi menjadi seorang enterpreneur. Kita akan sadar setelah mencobanya dan membandingkannya. Milikilah kebebasan...dengan menjadi seorang enterpreneur
Ada kesalahan di dalam gadget ini